Kamis, 15 Januari 2015

Toegoe Pahlawan Soerabaja

Tugu Pahlawan Surabaya adalah salah satu bangunan yang memiliki nilai sejarah di Kota Surabaya. Monumen Tugu pahlawan sendiri pertama kali dibangun dengan tujuan untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan Kota Surabaya atau yang sering disebut dengan "Arek-arek Suroboyo" dalam melawan Pasukan Belanda dan Sekutu yang pada waktu itu ingin menjajah Indonesia lagi yang mana peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 10 November 1945, dan pemerintah menetapkan bahwa pada tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Monumen ini kini telah menjadi pusat perhatian saat tanggal 10 November dimana rakyat Indonesia pada saat itu memperingati hari Pahlawan.

Tugu Pahlawan Surabaya mempunyai bentuk lancip keatas dan kalau dilihat mirip paku yang berbentuk terbalik, bentuk dari monumen ini mempunyai makna tersendiri. Tubuh bangunan berbentuk lengkungan sejumlah 10 lengkungan dan mempunyai ruas 11 buah. Ini melambangkan tanggal 10 November 1945. Pada hari Minggu pagi disekitaran Tugu Pahlawan Surabaya banyak pedagang makanan, baju, aksesoris, pernak-pernik, dan sebagainya.
 
Tugu Pahlawan terletak persis di depan Kantor Gubernur Jawa Timur. Monumen tugu pahlawan dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektar, yang merupakan bekas Kantor Raad Van Justititie atau Gedung Pengadilan Tinggi pada masa penjajahan Belanda.

Presiden Pertama RI yaitu Ir. Soekarno, didampingi Walikota Surabaya Doel Arnowo, melakukan peletakan batu pertama pada tanggal 10 Nopember 1951 dan setahun kemudian Monumen Tugu Pahlawan diresmikan oleh Presiden, didampingi Walikota Surabaya, R Moestadjab Soemowidigo.

Pintu gerbang menuju area Monumen Tugu Pahlawan dibangun Candi Bentar. Memasuki areal Monumen Tugu Pahlawan mulai tempat parkir hingga pintu masuk Monumen, kita bisa melihat delapan relief yang menggambarkan perkembangan kota Surabaya pada jaman dahulu hingga saat ini. Museum yang dibangun pada tahun 200 ini dibangun untuk mendukung keberadaan Tugu Pahlawan sebagai monumen bersejarah. Didalamnya tersimpan koleksi-koleksi sejarah, seperti peta-peta yang menggambarkan invasi tentara Tar-Tar ke Hujung Galuh dan ada juga berbagai jenis senjata yang digunakan pada Pertempuran 10 Nopember 1945.



Museum ini juga menyimpan beberapa peninggalan milik Bung Tomo dan bendera laskar pejuang ketika pertempuran bersejarah itu terjadi. Selain itu disediakan ruang Auditorium Visual untuk menyaksikan film dokumenter tentang Pertempuran 10 Nopember 1945 yang berdurasi 25 menit. Dalam satu hari, pemutaran film dilakukan sebanyak enam kali yang disertai dengan peta maket Surabaya pada tahun 1945, lengkap dengan system pencahayaan dan detector asap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar